Pages

  • Home
linkedin Youtube

Girl in Space

by Rr. Kanaya Novivian Tabitha Angel

    • Home
    • Tips
    • My Hobby
    • _Film
    • _My Story
    • _Language
    • _Bookworm
    • Travel
    • Cats
    • Computer, Network and Programming
    Setelah sekian lama absen dari dunia menulis, rasanya seperti bertemu kembali dengan sahabat lama. Banyak hal yang telah berubah sejak tulisan terakhirku, terutama perjalanan karier yang membawa ku ke dunia yang dari dulu selalu kuimpikan: menjadi seorang network engineer. Di tengah kesibukan yang kujalani, aku menyadari betapa pentingnya berbagi cerita, bukan hanya tentang teknis pekerjaan, tetapi juga tentang pengalaman hidup dan tantangan sebagai seorang perempuan di industri teknologi yang dinamis ini.

    Apa itu Network Engineer?

    Network engineer adalah seorang profesional di bidang teknologi informasi yang bertanggung jawab untuk merancang, mengimplementasikan, mengelola, dan memelihara infrastruktur jaringan komputer dalam suatu organisasi. Pekerjaan seorang network engineer mencakup berbagai aspek, antara lain:
    • Perancangan Jaringan : Menciptakan arsitektur jaringan yang efisien, termasuk pemilihan perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk memenuhi kebutuhan organisasi.
    • Pengaturan dan Konfigurasi : Mengatur dan mengonfigurasi perangkat jaringan, seperti router, switch, firewall, dan perangkat lainnya agar dapat berfungsi dengan baik.
    • Pemeliharaan Jaringan : Memantau kinerja jaringan secara berkala, mengidentifikasi masalah, dan melakukan perbaikan jika diperlukan untuk memastikan jaringan tetap stabil dan aman.
    • Keamanan Jaringan : Menerapkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi data dan infrastruktur jaringan dari ancaman dan serangan siber.
    • Troubleshooting : Menganalisis dan menyelesaikan masalah jaringan yang mungkin muncul, baik yang bersifat hardware maupun software.
    • Dokumentasi : Menyusun dan memelihara dokumentasi tentang konfigurasi jaringan, kebijakan keamanan, dan prosedur operasional yang diperlukan.

    Awal mula mengenal Network Engineer

    Jadi, ceritanya berawal ketika aku mendapat nilai tertinggi di mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) saat kelas 1 SMP. Itu adalah kali pertama aku mengenal dunia teknologi dan sekaligus mulai merasakan ketertarikan yang mendalam hanya dari praktik di Lab dan membaca buku dari Perpustakaan Sekolah. Ketika aku menginjak kelas 2 SMP, orang tuaku mulai bertanya tentang bakat dan minatku. Saat itu, aku dengan mantap memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) setelah melakukan riset yang matang melalui internet terkait jurusan tersebut. Alasan memilih jurusan tersebut pun sangat sederhana: aku penasaran dengan cara kerja internet secara mendalam dan bagaimana semua orang bisa terhubung melalui internet. Keinginan ini menjadi langkah awal yang membawaku ke dunia teknologi yang lebih luas dan penuh tantangan.

    Pendidikan yang ditempuh untuk menjadi Network Engineer

    SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) adalah langkah awal dalam perjalananku untuk memahami dasar-dasar dunia jaringan. Di sinilah aku pertama kali diperkenalkan dengan konsep-konsep teknis yang menjadi fondasi penting dalam karier sebagai network engineer. Pendidikan ini memberikan bekal awal yang sangat berharga, mulai dari memahami bagaimana komputer berkomunikasi, membangun dan mengelola jaringan, hingga troubleshooting dasar yang sering kali menjadi kunci dalam mengatasi berbagai masalah jaringan di dunia kerja nyata.

    Saat di SMK, aku beruntung mendapatkan kesempatan untuk menjalani PKL (Praktik Kerja Lapangan) di PT. Telkom Indonesia, tepatnya bersama tim Telkom Akses. Pengalaman ini (ceritanya bisa dibaca disini) sangat berharga karena di sinilah aku pertama kali terjun langsung ke dunia kerja yang sesungguhnya. Selama PKL, aku belajar banyak tentang teknologi fiber optik dan konsep FTTH (Fiber To The Home). Mulai dari pemasangan, pemeliharaan, hingga troubleshooting jaringan fiber.
    Splicing (metode penggabungan dua serat optik) fiber optik saat PKL di Telkom
    Setelah lulus dari SMK, aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dengan mengambil jurusan Informatika, dengan konsentrasi pada jaringan komputer. Langkah ini menjadi kelanjutan yang logis dari apa yang sudah kupelajari sebelumnya, sekaligus memperdalam pemahamanku tentang jaringan, keamanan data, dan teknologi informasi yang semakin kompleks. Selama kuliah, aku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang lebih mendalam, baik secara teori maupun praktik, untuk mendukung karierku di bidang network engineering.
    Ikut lomba Gelar Karya Mahasiswa di Kampus.
    Alhamdulillah, juara 3 kategori Hardware & Software
    Selama menempuh pendidikan di SMK dan kuliah, bahkan saat menjalani PKL, aku menyadari bahwa sangat jarang ditemukan perempuan yang berprofesi sebagai network engineer. Kenyataan ini tidak menyurutkan semangatku, melainkan semakin memotivasiku untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa berperan besar dalam dunia teknologi.
    MikroTik User Meeting (MUM) 2018 di Yogyakarta,
    Network Engineer sangat wajib datang di event ini.
    Ohiya...selain menempuh pendidikan formal, sebagai seorang network engineer sangat wajib minimal memiliki sertifikat MikroTik MTCNA dan juga jika bisa memiliki sertifikat Cisco CCNA.
    Sertifikat MikroTik MTCNA

    Perjalanan Karier Network Engineer

    Setelah lulus kuliah, aku mulai mendaftar ke banyak lowongan pekerjaan sebagai network engineer selama 6 bulan. Ya, 6 bulan…waktu yang terasa sangat lama, bukan?. Sejujurnya saat itu adalah salah satu titik terendah dalam perjalananku, di mana aku mulai kehilangan motivasi untuk terus mengejar karier di bidang network engineer. Banyak lowongan yang kualifikasi utamanya mengharuskan pelamar berjenis kelamin laki-laki. Hal ini membuatku merasa seperti berada di lingkungan yang tidak ramah bagi perempuan.

    Tak jarang, saat mengikuti tes wawancara, kemampuanku diremehkan hanya karena aku seorang perempuan. Bahkan, ada salah satu pewawancara yang menyarankanku untuk berpindah ke bidang lain yang lebih banyak memberikan kesempatan bagi perempuan. Hal ini membuatku semakin frustrasi, seolah-olah genderku menjadi penghalang besar untuk mewujudkan impianku.

    Salah satu pengalaman paling menyakitkan terjadi ketika aku diterima bekerja di salah satu ISP di Jogja. Aku sangat antusias pada hari pertama bekerja, tapi kenyataannya hanya bertahan sehari. Keesokan harinya, aku diberhentikan dengan alasan bahwa tim merasa tidak nyaman bekerja dengan perempuan. Ya, saat itu aku memang satu-satunya perempuan di kantor. Pengalaman ini meninggalkan bekas yang mendalam, tapi juga memperkuat tekadku untuk tidak menyerah. Meskipun menghadapi diskriminasi gender dan prasangka, aku yakin bahwa tempatku sebagai network engineer bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari usaha dan kemampuan yang telah aku bangun selama bertahun-tahun.
    Test Praktik Network Engineer
    Selama 6 bulan itu, kegiatanku tidak hanya fokus pada mencari pekerjaan, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk mengikuti berbagai pelatihan gratis yang disediakan oleh Digitalent KOMINFO guna meningkatkan kemampuanku. Dari sekian banyak pelatihan yang aku ikuti, pengalaman paling berkesan adalah ketika aku berhasil meraih sertifikasi internasional Linux+ CompTIA. Sertifikasi ini terasa sangat istimewa karena tantangannya tidak mudah dan prosesnya sangat ketat. Bahkan, jika harus membayar sendiri, biayanya mencapai sekitar 5 juta rupiah (harga yang cukup tinggi menurutku). Berhasil mendapatkan sertifikasi ini membuatku semakin percaya diri bahwa aku memiliki keahlian yang kompetitif, meskipun perjalanan untuk mendapatkan pekerjaan impianku masih penuh dengan tantangan.
    Sertifikat CompTIA Linux+
    Setelah 6 bulan berjuang dan 126 lowongan pekerjaan yang sudah ku daftar, akhirnya aku mendapat pekerjaan pertamaku sebagai network engineer di salah satu Perusahaan IT Consultant berkat informasi dari salah satu temanku di SMK. Namun sayangnya, setelah 7 bulan bekerja di perusahaan tersebut, tiba-tiba semua karyawan se kantor dirumahkan karena suatu alasan. Meskipun peristiwa ini sangat mengecewakan dan membuatku merasa kehilangan, aku bertekad untuk terus melangkah dan mencari peluang baru. Pengalaman ini mengajarkanku bahwa dunia kerja memang penuh dengan ketidakpastian, tetapi setiap tantangan juga membawa pelajaran berharga.

    Aku pun kembali mendaftar ke berbagai lowongan pekerjaan sebagai network engineer, sambil memanfaatkan kesempatan untuk menjadi fasilitator pelatihan Digitalent KOMINFO X Google. Pengalaman menjadi fasilitator ini sangat berharga untukku karena tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang dan berbagi pengetahuan. 
    Fasilitator Digitalent KOMINFO X Google
    Setelah satu bulan mencari pekerjaan lagi dan, aku akhirnya mendapatkan pekerjaan yang sekarang berkat LinkedIn dan juga dihubungi langsung oleh team leader network engineer di perusahaan tersebut. Keterhubungan ini menunjukkan betapa pentingnya membangun networking dan branding diri pada platform profesional dalam membuka peluang karier baru.

    Di perusahaan tempat aku bekerja saat ini, aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku adalah satu-satunya perempuan di tim network engineer, bahkan di seluruh divisi infrastruktur. Namun, aku sangat beruntung bisa setim dengan orang-orang hebat. Mereka sangat mau menerimaku, mengajarkanku dengan sabar dan tidak pelit ilmu. Salah satu dari mereka adalah sosok yang channel YouTube-nya selalu aku lihat sejak mengerjakan skripsi S1, terutama saat mengalami kesulitan di dunia jaringan. Kini, aku bisa bertanya langsung kepadanya, dan itu merupakan pengalaman yang sangat berharga. 
    Kolaborasi Network Engineer x IT Support
    Selain itu, aku juga bertemu dengan sosok yang bisa dikatakan sebagai "bapak MikroTik," seseorang yang dulunya hanya aku kenal lewat artikel di internet. Pengalaman ini membuatku semakin merasa beruntung dan termotivasi untuk terus belajar dan berkembang di bidang yang aku cintai ini. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk memperluas pengetahuan dan keterampilanku, dan aku bertekad untuk memanfaatkan setiap momen yang ada.


    Untuk kalian perempuan yang sedang berjuang saat ini dalam hal apapun, terutama dalam berkarir di dunia IT, tetaplah semangat! Tunjukkan bahwa kita bisa dan mampu menghadapi segala tantangan. Setiap langkah kecil yang kita ambil adalah bagian dari perjalanan yang lebih besar. Jangan pernah ragu untuk mengejar impianmu, karena kita memiliki potensi yang luar biasa. Bersama-sama, kita bisa membuktikan bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam dunia teknologi. Teruslah berjuang dan raih impianmu!
    Continue Reading

    Apa sih itu Carousell??

    Carousell adalah platform jual beli barang baru maupun bekas yang berasal dari Singapura. Saat ini, Carousell telah beroperasi di berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, Indonesia, Australia, Hong Kong, dan Taiwan. Dengan kemudahan akses melalui website dan aplikasi mobile, Carousell menjadi pilihan banyak orang untuk menjual dan membeli berbagai produk.

    Pengalaman belanja di Carousell

    Pengalamanku berbelanja di Carousell dimulai ketika aku kesulitan mencari hijab Uniqlo x Hana Tajima koleksi Fall Winter 2016 di official store Uniqlo. Kebetulan, aku mencari produk tersebut di tahun 2020, sehingga sangat sulit menemukan stok yang masih tersedia. Setelah menjelajahi internet, aku akhirnya menemukan lapak yang menawarkan hijab tersebut di Carousell. Awalnya, aku merasa ragu untuk melakukan pembelian di platform yang asing bagiku ini, terutama karena saat itu masih jarang orang yang memberikan ulasan tentang Carousell.

    Namun, keberanianku untuk mencoba pun menjadi sangat kuat ketika aku melihat review yang positif dari pembeli sebelumnya di lapak tersebut. Hal ini membuatku lebih percaya diri untuk melakukan transaksi. Salah satu lapak yang kutemukan menawarkan produk dengan harga yang wajar, jadi aku memutuskan untuk menghubungi penjualnya guna memastikan apakah barang yang aku inginkan masih tersedia.

    ini salah satu lapak yang aku temuin di Carousell

    Setelah melakukan percakapan dengan admin lapak tersebut, aku merasa sangat puas dengan respons yang mereka berikan. Setelah memastikan bahwa hijab tersebut masih ada, aku diminta untuk mengklik opsi "make offer", di mana aku bisa memasukkan harga barang yang ingin aku beli. Setelah admin menerima tawaranku, aku diberikan informasi rekening untuk melakukan transfer. Setelah menyelesaikan pembayaran, admin mengirimkan resi pengiriman barang, dan aku hanya perlu menunggu barang tersebut sampai di rumah.

    2 hari setelah pembelian di Carousell, datenglah barang belanjaanku

    Masih ada tagnya juga

    Dua hari setelah proses pembelian di Carousell, barang belanjaanku pun tiba. Aku sangat senang melihat bahwa barang tersebut masih memiliki label merek dan dalam kondisi yang sangat baik.

    Satu hal yang sangat menarik tentang Carousell adalah banyaknya barang preloved dengan kondisi yang masih sangat bagus dan harga yang terjangkau. Di platform ini, kamu juga memiliki kesempatan untuk menawar harga barang yang ingin kamu beli. Namun, perlu diingat untuk tidak melakukan penawaran yang berlebihan agar tetap menghargai penjual.

    Tips belanja di Carousell

    Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan sebelum memutuskan untuk berbelanja di Carousell: 
    • Periksa Review dan Rating: Pastikan untuk mencari tahu review dan rating dari lapak yang kamu tuju. Ulasan dari pembeli sebelumnya sangat membantu dalam menilai kredibilitas penjual. 
    • Hindari Chat di Luar Carousell: Agar tetap aman, hindarilah melakukan komunikasi di luar platform Carousell. Dengan tetap bertransaksi di dalam aplikasi, kamu dapat melindungi dirimu dari potensi penipuan. 
    • Tanya dengan Detail: Saat berkomunikasi dengan penjual, jangan ragu untuk bertanya sedetail mungkin tentang barang yang ingin kamu beli. Memahami kondisi dan spesifikasi barang sangat penting agar kamu tidak kecewa setelah menerima produk.

    Dengan semua pengalaman dan tips di atas, semoga kamu juga bisa merasakan kemudahan dan kepuasan berbelanja di Carousell. Selamat berbelanja!






    Continue Reading

    Sejak aku masih kecil, musik selalu menjadi bagian penting dalam hidupku. Berbagai lagu menemani setiap langkah, dari pagi hingga malam, menjadikan kegiatan mendengarkan musik sebagai rutinitas sehari-hari yang tak terpisahkan. Karena aku juga sering melakukan perjalanan, aku akhirnya memutuskan untuk membeli headphone agar bisa menikmati musik dengan lebih baik saat bepergian. Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, aku jatuh cinta pada JBL T450—dan perlu dicatat bahwa ini adalah versi dengan kabel, bukan bluetooth. 

    Mengapa Memilih Versi Kabel?

    Keputusan untuk memilih headphone versi kabel didasari oleh harga yang cukup tinggi untuk versi bluetooth pada saat itu. Di De'Sound Ambarukmo Plaza Yogyakarta, yang merupakan official store JBL di Yogyakarta, harga headphone bluetooth masih berkisar di angka 800 ribu rupiah, yang menurutku terlalu mahal. Sebaliknya, JBL T450 versi kabel ini bisa didapatkan dengan harga sekitar 400 ribu rupiah, dan kualitasnya sangat memuaskan. 

    Selama dua tahun pemakaian, aku merasa headphone ini sangat worth it. Kualitas suara yang dihasilkan memuaskan, meskipun harganya terjangkau. Namun, kini aku sudah sampai pada fase di mana earpad headphone ini harus diganti karena kondisinya yang sudah mulai rusak.

    Kondisi earpad sudah mengelupas

    Kendala Mengganti Earpad

    Setelah menyadari bahwa earpad headphoneku sudah mengelupas, aku langsung teringat untuk menghubungi De Sound Ambarukmo Plaza (nomor telepon: 0274 4331405). Saat menghubungi mereka, pihak De Sound menginformasikan bahwa untuk mendapatkan sparepart, aku harus langsung menghubungi service center yang berlokasi di Jakarta.
     
    Sebenarnya, layanan Service Center JBL ada di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, dan Bali. Namun, aku merasa sedikit kecewa karena Yogyakarta, yang merupakan kota tempat tinggalku, belum memiliki official service center. Ini adalah harapan besar bagi kita yang tinggal di Jogja—semoga JBL Indonesia mendengar keluhan ini dan mempertimbangkan untuk membuka service center di sini.

    Pengalaman Menghubungi Service Center

    Setelah mendapatkan nomor telepon JBL Service Center di Jakarta, aku segera menghubungi mereka. Pelayanan yang aku terima sangat ramah dan membantu. Earpad JBL T450 yang aku butuhkan harganya Rp 150.000, belum termasuk ongkos kirim. Sayangnya, mereka tidak memiliki kontak WhatsApp, jadi komunikasi hanya bisa dilakukan melalui telepon atau dengan datang langsung ke lokasi service center.


    Info lengkap Service Center JBL Jakarta

    Nota pembelian earpad JBL T450

    Bagaimana jika tidak ada Service Center Official JBL di kotamu?

    Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul adalah, bagaimana jika kita tinggal di kota yang tidak memiliki official service center?. Berdasarkan pengalamanku, untuk sparepart yang dapat dipasang sendiri, seperti earpad, kita dapat memesan langsung dari Official Service Center dengan langkah-langkah berikut: 
    • Telepon untuk mengecek ketersediaan spare part yang diinginkan. 
    • Setelah memastikan ketersediaan, mereka akan memberikan nomor rekening atas nama PT Inti Megah Swara untuk pembayaran. 
    • Transfer nominal sesuai dengan harga barang yang telah disepakati. 
    • Setelah melakukan transfer, konfirmasikan pembayaran melalui telepon ke service center. 
    • Terakhir, kamu akan mendapatkan resi pengiriman barang pesananmu. Dalam pengalamanku, mereka menggunakan jasa ekspedisi J&T. Ingat juga bahwa ongkos kirim dapat dibayarkan saat kurir mengantarkan barang.

    Bagaimana jika kerusakaan produk lebih parah?

    Jika headphone JBL atau merek lainnya mengalami kerusakan yang lebih serius dan memerlukan pembongkaran, biasanya kamu perlu mengirim unit tersebut ke alamat service center mereka. Sayangnya, aku tidak sempat menanyakan detail lebih lanjut mengenai prosedur ini, namun penting untuk dicatat bahwa unit yang masih dalam masa garansi harus dikirim ke service center untuk mendapatkan perbaikan. 


    Jika kamu memiliki tips atau cara untuk merawat earpad headphone agar lebih awet, silakan bagikan di kolom komentar. Pengalaman dan pengetahuan kita dapat membantu satu sama lain agar tetap menikmati musik dengan nyaman.
    Continue Reading
    Pasar Gede Solo
    Sumber foto : pariwisata solo
    Pada 5 April 2019 - 6 April 2019 kemarin, aku dan dua temanku memanfaatkan liburan kuliah yang sangat singkat untuk menjelajahi luar kota. Kami memutuskan untuk pergi ke Solo, sebuah kota yang menawarkan banyak keindahan dan budaya yang menarik.

    Kenapa memilih Kota Solo?

    Alasan kami memilih Solo adalah karena letaknya yang dekat dengan Jogja, tempat kami tinggal. Dengan waktu libur yang terbatas, Solo menjadi pilihan yang ideal untuk liburan singkat, sekaligus memberi kesempatan untuk menjelajahi destinasi baru tanpa harus menempuh perjalanan jauh. 

    Kami bertiga berangkat dari Jogja sekitar pukul 9 pagi dengan sepeda motor. Kami memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menghindari kerepotan saat berkeliling di Solo. Selain itu, perjalanan menggunakan motor memberikan fleksibilitas lebih untuk mengeksplorasi kota. Perjalanan dari Jogja ke Solo hanya memakan waktu sekitar dua jam. Untuk perjalanan pulang pergi, kami menghabiskan Rp 38.000 untuk bahan bakar bensin Pertamax.

    Menjelajahi Museum Manusia Purba Sangiran

    Setibanya di Solo, tujuan pertama kami adalah Museum Manusia Purba Sangiran yang terletak di Sragen. Harga tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp 8.000. Di museum ini, kami belajar banyak tentang manusia purba secara mendetail, yang membuat pengalaman kami semakin berharga. 


    Hotel RedDoorz near Stadion Manahan Solo

    Setelah puas menjelajahi museum, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Solo untuk check-in di penginapan. Sebelumnya, kami telah memesan hotel melalui aplikasi RedDoorz. Kebetulan ada promo menarik yang membuat kami mendapatkan dua kamar dengan total harga Rp 178.000, jadi masing-masing kamar hanya seharga Rp 89.000. Meskipun harganya terjangkau, kualitas penginapan yang kami dapatkan cukup baik, setara bintang dua. Fasilitasnya juga lengkap, termasuk AC, TV, kulkas, dan kamar mandi dalam, serta perlengkapan mandi.


    Wisata Kuliner Malam di Galabo

    Rencana kami untuk menjelajahi kota Solo lebih lanjut di sore hari terpaksa dibatalkan karena hujan deras. Namun, kami memutuskan untuk keluar di malam hari dan mengunjungi Wisata Kuliner Galabo yang kebetulan dekat dengan acara Wisata Kuliner Indonesia yang diadakan oleh Go-Jek. Setelah menikmati berbagai macam makanan, kami kembali ke penginapan untuk beristirahat.

    Kunjungan ke Museum Colomadu dan Keraton Surakarta

    Keesokan harinya, kami check-out dari penginapan pada pukul 11 pagi dan langsung menuju Museum Colomadu yang terletak di Karanganyar, dengan harga tiket masuk sebesar Rp 25.000. Di museum ini, kami belajar tentang sejarah pabrik gula yang pernah berjaya di Solo.
    Perjalanan kami berlanjut ke Keraton Surakarta. Untuk masuk ke keraton, kami membayar tiket seharga Rp 10.000 (belum termasuk pemandu, tetapi kami memutuskan untuk menjelajah sendiri). Di Keraton, kami mendalami sejarah dan silsilah kesultanan Surakarta.
    Tak lupa, kami juga mengunjungi Masjid Agung dan Pasar Klewer yang berlokasi dekat dengan keraton. Setelah berkeliling di pasar, rasa lapar melanda, dan kami berencana untuk membeli serabi di Toko Serabi Notosuman. Sayangnya, ketika kami tiba, serabi sudah habis meskipun baru pukul 3 sore.

    Total Biaya Liburan ke Solo

    Jika dihitung-hitung, total pengeluaran kami untuk liburan ke Solo hanya sekitar Rp 170.000, belum termasuk biaya makan. 
    Gimana? Sangat murah, kan?. 
    Pengalaman ini membuktikan bahwa dengan perencanaan yang tepat, liburan singkat ke Solo dapat dilakukan dengan anggaran yang sangat terjangkau!.
    Continue Reading
    Setelah melalui serangkaian ujian kelas 12 yang padat, akhirnya aku bisa kembali menulis di blog dan berbagi pengalaman seru dengan kalian semua!. Kali ini, aku ingin berbagi tentang pengalaman mengikuti Pelatihan Super Unggul (PSU) yang diadakan Universitas Amikom Yogyakarta dari tanggal 24 April 2018 hingga 28 April 2018. Bagi yang belum tahu, aku mengambil program S1 di jurusan Informatika di Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan PSU adalah salah satu langkah awal yang sangat menarik dalam memulai perjalanan kuliahku.

    Apa itu PSU?

    Pelatihan Super Unggul (PSU), adalah program tahunan dari Universitas AMIKOM Yogyakarta yang wajib diikuti oleh calon mahasiswa selama lima hari. Program ini dirancang untuk membekali kami dengan keterampilan dasar yang berguna, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan sikap mental yang positif. Selain manfaat pengembangan diri, kehadiran dalam PSU juga dihitung sebagai nilai sebesar 2 SKS.

    Rangkaian Kegiatan Pelatihan Super Unggul Selama 5 Hari

    Hari Pertama: Membangun Suasana dan “TAT & PR: Who Am I”
    Di sesi awal, kami semua saling berkenalan dan menciptakan suasana nyaman. Kemudian, setiap peserta diberi tugas untuk menuliskan cerita khayalan atau impian pribadi di buku kegiatan PSU. Tugas akhir hari itu adalah pekerjaan rumah, “Who Am I?” yaitu mengenal diri lebih dalam melalui berbagai pertanyaan reflektif di buku kegiatan PSU.

    Hari Kedua: Presentasi “Who Am I” dan IRS
    Pada hari kedua, kami diminta untuk mempresentasikan PR dari sesi sebelumnya. Beberapa mahasiswa dipilih oleh fasilitator untuk berbagi cerita tentang identitas diri mereka. Setelah itu, sesi IRS (Inventarisasi Reaksi Sosial) membantu kami memahami motif sosial, mengenali karakter diri, dan mencari langkah-langkah untuk memperbaiki sifat-sifat negatif.

    Hari Ketiga: Keswadayaan dan Diskusi Kegemilangan
    Hari ketiga lebih berfokus pada aktivitas kelompok. Kami dibentuk dalam kelompok-kelompok untuk bermain game edukatif yang mendukung saling mengenal dan mengakrabkan diri. Kemudian, ada sesi Diskusi Kegemilangan, di mana kami diminta untuk membuat target pencapaian akademis dengan tujuan akhir lulus dengan hasil terbaik.

    Hari Keempat: Joe & Harry Window dan Mendengar Aktif
    Sesi pertama adalah tentang Joe & Harry Window, yang bertujuan memberikan tips menjadi pribadi yang lebih terbuka di lingkungan sekitar. Pada sesi kedua, kami diajarkan tentang pentingnya Mendengar Aktif, menjadi pendengar yang baik bagi orang-orang di sekitar dan memperkuat kemampuan komunikasi.

    Hari Kelima: Goal Setting, Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan, Ikrar Diri dan Surat Diri
    Di sesi ini, kami belajar tentang cara menentukan tujuan untuk sukses di masa depan serta membuat rencana alternatif jika tujuan utama tidak tercapai. Setiap peserta diminta menuliskan tujuan-tujuan tersebut di buku kegiatan PSU. Terakhir, satu per satu, kami membacakan ikrar dan tujuan masa depan kami.


    Secara keseluruhan, PSU adalah pengalaman yang menyenangkan dan sangat berkesan. Fasilitator yang ramah dan kocak, suasana yang seru, serta kesempatan untuk mengenal teman-teman baru dari berbagai latar belakang menjadikan kegiatan ini sangat berharga. PSU tidak hanya memberikan bekal untuk sukses dalam perkuliahan, tetapi juga membantu membentuk diri agar lebih siap menghadapi masa depan!.
    Continue Reading

    Aku ingin berbagi pengalamanku yang cukup mengecewakan tentang membeli buku bajakan, atau yang sering kita sebut buku KW. Cerita ini bermula dari keinginanku untuk memiliki sebuah novel yang sedang booming, yang bahkan diadaptasi menjadi film. Sebagai penggemar buku, tentu saja aku tak ingin melewatkan kesempatan untuk membaca karya yang tengah menjadi perbincangan hangat.

    Awalnya, aku mencoba mencarinya di beberapa toko buku resmi, mulai dari Gramedia di Jalan Jendral Sudirman hingga Toga Mas. Namun, ketika aku bertanya kepada para karyawan, mereka semua menjawab dengan kalimat yang sama: “Maaf, buku tersebut habis.” Rasanya sangat frustasi mengetahui bahwa buku yang aku inginkan tidak tersedia.

    Karena terdesak oleh keinginan yang kuat, aku pun beralih mencari di toko lain. Di toko buku yang berjejer banyak di sekitar situ, hanya ada satu yang menjual buku yang aku cari. Dengan harapan tinggi, aku bertanya kepada penjual, “Bu, apakah ada sampel untuk buku ini?” Saat itu, aku sudah mencium kejanggalan dari tampilan buku yang terlihat buram. Namun, penjual tersebut menjawab, “Tidak ada, Mbak, itu baru rilis, jadi belum ada sampel.” 

    Setelah mengetahui harga buku tersebut seharga Rp 35.000, aku memutuskan untuk membelinya. Rasa ingin tahuku sudah tak terbendung lagi, meskipun ada sedikit keraguan di dalam hatiku. Begitu aku membayar dan menemukan tempat duduk untuk membuka isi buku itu, rasa harapanku segera sirna. Ketika aku membuka segel buku, ternyata isinya persis seperti buku fotokopian, dengan kualitas yang sangat jauh dari harapanku.

    Kekecewaanku saat itu tidak terlukiskan. Aku merasa sangat menyesal karena telah mengabaikan tanda-tanda yang ada. Namun, aku mencoba untuk tenang dan memetik hikmah dari pengalaman ini. Setidaknya, aku dapat menunggu hingga buku original tersedia di toko buku resmi.

    Pengalaman ini memberi pelajaran berharga, dan aku ingin berbagi agar kalian tidak mengulangi kesalahanku. Sebaiknya, hindarilah membeli barang-barang yang berkualitas rendah, termasuk buku bajakan. Dengan membeli barang-barang asli, kita secara tidak langsung mendukung para penulis dan menghargai karya keras yang mereka hasilkan. Jadi, mari kita budayakan membeli barang asli untuk menjaga industri kreatif tetap hidup dan berkembang. Semoga cerita ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua!

    Continue Reading

    Selamat datang di blogku!
    Kali ini, aku ingin berbagi pengalaman menarik mengenai Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang aku jalani di PT. Telkom Indonesia. Selain itu, aku juga akan memberikan beberapa tips yang bisa bermanfaat bagi kalian yang akan menjalani PKL. Yuk, simak cerita dan tips-tipsnya!

    Pengalaman PKL di Telkom

    Aku memulai Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Telkom Indonesia Kandatel Sleman pada tanggal 3 Januari 2017 dan rencananya akan berakhir pada 31 Maret 2017. Jujur saja, sebelum memulai PKL, aku merasa sangat takut. Aku sadar bahwa bekal ilmu yang aku miliki masih terbilang sedikit, dan aku khawatir tidak bisa melakukan banyak hal selama PKL. Namun, mau tidak mau, aku harus tetap menjalani PKL meskipun dengan pengetahuan yang masih minim.

    Setelah menjalani PKL selama satu minggu, ternyata pengalaman yang aku hadapi tidak seburuk yang aku bayangkan. Meskipun pada hari pertama, aku dan sahabatku, Fina, hanya bekerja di dalam ruangan yang bernama MDF, dan kami merasa sangat bosan. Di ruang MDF tersebut, kami dikelilingi oleh kabel-kabel telepon tembaga yang tampaknya tidak ada habisnya.

    Isinya ruang MDF... Kabel semua.
    Ya, ini kabel telefon yang tembaga.
    Awalnya, di ruang MDF, kami dijelaskan oleh Pak Lukman, yang menurutku adalah master dalam jaringan telepon tembaga. Beliau menjelaskan berbagai hal tentang troubleshooting telepon dan jaringan tembaga. Meskipun penjelasan tersebut sangat berguna, kami merasa kurang terlibat karena tidak ada praktik langsung. Kami pun merasa bosan dan memutuskan untuk bekerja di lapangan, seperti teman-teman kami yang lain.

    Di PT. Telkom, aku tidak hanya berPKL dengan Fina, tetapi juga dengan dua teman lainnya, yaitu Ficha dan Kamal. Saat praktik di lapangan, kami sering menghadapi berbagai kesulitan. Namun, semua itu bisa diatasi berkat bantuan kakak-kakak teknisi di Telkom yang sangat baik, ramah, dan sabar dalam mengajarkan kami. Selama di lapangan, kami sering dibimbing oleh Kak Agus dan Kak Ryan (yang biasanya kami panggil Kak Momon), serta Kak Nasrum, Kak Yudhi, Kak Dhanu, Kak Yoga, dan Kak Vicky untuk tim gangguan.

    Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat diajari cara menyambung kabel fiber optic oleh Kak Agus. Sejak mulai PKL, pengetahuanku dan teman-teman semakin bertambah. Kami belajar cara menyambung kabel fiber optic, mengatasi troubleshooting telepon dan internet, serta mengenal berbagai alat yang digunakan untuk menyambung fiber optic.
    Diajarin cara splicing (nyambung kabel fiber optic) sama kak Agus
    Salah satu alat yang sangat berguna adalah OPM (Optical Power Meter), yang berfungsi untuk menentukan redaman total saluran atau total loss. Pengalaman ini sangat berarti bagiku, dan aku bersyukur bisa belajar banyak selama PKL di PT. Telkom Indonesia.

    OPM (Optical Power Meter)

    Tips Menghadapi Praktik Kerja Lapangan versi Naya

    • Jangan Pernah Pesimis: Jangan biarkan rasa takut menghalangimu. Setiap orang pasti memiliki kesempatan untuk belajar, termasuk kamu.
    • Pilih Tempat PKL yang Terkenal: Pastikan tempat PKL yang kamu pilih memiliki reputasi baik dan aktif dalam menjalankan bisnis. Misalnya, jika kamu memilih toko komputer, pastikan toko tersebut memiliki banyak pelanggan.
    • Jangan Takut Bertanya: Jika kamu mengalami kesulitan, jangan ragu untuk bertanya. Orang-orang di sekitarmu pasti akan senang membantu.
    • Jujur dan Disiplin: Kejujuran dan disiplin sangat penting dalam menjalani PKL. Tunjukkan sikap yang baik dan profesional.
    • Lakukan Tugas dengan Baik: Berikan yang terbaik dalam setiap tugas yang kamu terima. Pengalaman ini akan membantumu di masa depan.

    Demikianlah pengalamanku selama Praktek Kerja Lapangan di PT. Telkom Indonesia. Semoga cerita ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi kalian yang akan menjalani PKL. Jangan lupa untuk tetap semangat dan terus belajar, ya! Jika ada pertanyaan atau pengalaman lain yang ingin kalian bagikan, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih telah membaca!

    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me

    Photo Profile
    Hello! Call me Naya
    A network engineer | Cisco CCNA and Mikrotik MTCNA certified | Ailurophile | Museumgoer | Bookworm | Backpacker

    Follow Me

    • Instagram
    • LinkedIn
    • Youtube
    • Pinterest
    • Spotify
    • Goodreads

    Archive

    Labels

    Book Cats English Film Hobby Language Story Task Tech Tips Travel

    Popular Posts

    • Inspirasi Teks Story Telling Bahasa Inggris Tema Pahlawan: Raden Adjeng Kartini
    • Inspirasi Tugas Cerpen atau Cerkak Bahasa Jawa: Pengalaman PKL di PT. Telekomunikasi Indonesia
    • Inspirasi Tugas Artikel Bahasa Jawa: Kerajinan Bambu Tunggak Semi Dari Malangan Yang Mendunia
    • Panduan Lengkap Penggunaan Sintaks untuk Pencarian Spesifik di Google

    Total Pageviews

    Instagram LinkedIn Spotify Pinterest

    © 2024 Girl in Space by Kanaya Naya is created with by

    Back to top