Pages

  • Home
linkedin Youtube

Girl in Space

by Rr. Kanaya Novivian Tabitha Angel

    • Home
    • Tips
    • My Hobby
    • _Film
    • _My Story
    • _Language
    • _Bookworm
    • Travel
    • Cats
    • Computer, Network and Programming

    Sejak aku masih kecil, musik selalu menjadi bagian penting dalam hidupku. Berbagai lagu menemani setiap langkah, dari pagi hingga malam, menjadikan kegiatan mendengarkan musik sebagai rutinitas sehari-hari yang tak terpisahkan. Karena aku juga sering melakukan perjalanan, aku akhirnya memutuskan untuk membeli headphone agar bisa menikmati musik dengan lebih baik saat bepergian. Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, aku jatuh cinta pada JBL T450—dan perlu dicatat bahwa ini adalah versi dengan kabel, bukan bluetooth. 

    Mengapa Memilih Versi Kabel?

    Keputusan untuk memilih headphone versi kabel didasari oleh harga yang cukup tinggi untuk versi bluetooth pada saat itu. Di De'Sound Ambarukmo Plaza Yogyakarta, yang merupakan official store JBL di Yogyakarta, harga headphone bluetooth masih berkisar di angka 800 ribu rupiah, yang menurutku terlalu mahal. Sebaliknya, JBL T450 versi kabel ini bisa didapatkan dengan harga sekitar 400 ribu rupiah, dan kualitasnya sangat memuaskan. 

    Selama dua tahun pemakaian, aku merasa headphone ini sangat worth it. Kualitas suara yang dihasilkan memuaskan, meskipun harganya terjangkau. Namun, kini aku sudah sampai pada fase di mana earpad headphone ini harus diganti karena kondisinya yang sudah mulai rusak.

    Kondisi earpad sudah mengelupas

    Kendala Mengganti Earpad

    Setelah menyadari bahwa earpad headphoneku sudah mengelupas, aku langsung teringat untuk menghubungi De Sound Ambarukmo Plaza (nomor telepon: 0274 4331405). Saat menghubungi mereka, pihak De Sound menginformasikan bahwa untuk mendapatkan sparepart, aku harus langsung menghubungi service center yang berlokasi di Jakarta.
     
    Sebenarnya, layanan Service Center JBL ada di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, dan Bali. Namun, aku merasa sedikit kecewa karena Yogyakarta, yang merupakan kota tempat tinggalku, belum memiliki official service center. Ini adalah harapan besar bagi kita yang tinggal di Jogja—semoga JBL Indonesia mendengar keluhan ini dan mempertimbangkan untuk membuka service center di sini.

    Pengalaman Menghubungi Service Center

    Setelah mendapatkan nomor telepon JBL Service Center di Jakarta, aku segera menghubungi mereka. Pelayanan yang aku terima sangat ramah dan membantu. Earpad JBL T450 yang aku butuhkan harganya Rp 150.000, belum termasuk ongkos kirim. Sayangnya, mereka tidak memiliki kontak WhatsApp, jadi komunikasi hanya bisa dilakukan melalui telepon atau dengan datang langsung ke lokasi service center.


    Info lengkap Service Center JBL Jakarta

    Nota pembelian earpad JBL T450

    Bagaimana jika tidak ada Service Center Official JBL di kotamu?

    Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul adalah, bagaimana jika kita tinggal di kota yang tidak memiliki official service center?. Berdasarkan pengalamanku, untuk sparepart yang dapat dipasang sendiri, seperti earpad, kita dapat memesan langsung dari Official Service Center dengan langkah-langkah berikut: 
    • Telepon untuk mengecek ketersediaan spare part yang diinginkan. 
    • Setelah memastikan ketersediaan, mereka akan memberikan nomor rekening atas nama PT Inti Megah Swara untuk pembayaran. 
    • Transfer nominal sesuai dengan harga barang yang telah disepakati. 
    • Setelah melakukan transfer, konfirmasikan pembayaran melalui telepon ke service center. 
    • Terakhir, kamu akan mendapatkan resi pengiriman barang pesananmu. Dalam pengalamanku, mereka menggunakan jasa ekspedisi J&T. Ingat juga bahwa ongkos kirim dapat dibayarkan saat kurir mengantarkan barang.

    Bagaimana jika kerusakaan produk lebih parah?

    Jika headphone JBL atau merek lainnya mengalami kerusakan yang lebih serius dan memerlukan pembongkaran, biasanya kamu perlu mengirim unit tersebut ke alamat service center mereka. Sayangnya, aku tidak sempat menanyakan detail lebih lanjut mengenai prosedur ini, namun penting untuk dicatat bahwa unit yang masih dalam masa garansi harus dikirim ke service center untuk mendapatkan perbaikan. 


    Jika kamu memiliki tips atau cara untuk merawat earpad headphone agar lebih awet, silakan bagikan di kolom komentar. Pengalaman dan pengetahuan kita dapat membantu satu sama lain agar tetap menikmati musik dengan nyaman.
    Continue Reading
    Pasar Gede Solo
    Sumber foto : pariwisata solo
    Pada 5 April 2019 - 6 April 2019 kemarin, aku dan dua temanku memanfaatkan liburan kuliah yang sangat singkat untuk menjelajahi luar kota. Kami memutuskan untuk pergi ke Solo, sebuah kota yang menawarkan banyak keindahan dan budaya yang menarik.

    Kenapa memilih Kota Solo?

    Alasan kami memilih Solo adalah karena letaknya yang dekat dengan Jogja, tempat kami tinggal. Dengan waktu libur yang terbatas, Solo menjadi pilihan yang ideal untuk liburan singkat, sekaligus memberi kesempatan untuk menjelajahi destinasi baru tanpa harus menempuh perjalanan jauh. 

    Kami bertiga berangkat dari Jogja sekitar pukul 9 pagi dengan sepeda motor. Kami memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menghindari kerepotan saat berkeliling di Solo. Selain itu, perjalanan menggunakan motor memberikan fleksibilitas lebih untuk mengeksplorasi kota. Perjalanan dari Jogja ke Solo hanya memakan waktu sekitar dua jam. Untuk perjalanan pulang pergi, kami menghabiskan Rp 38.000 untuk bahan bakar bensin Pertamax.

    Menjelajahi Museum Manusia Purba Sangiran

    Setibanya di Solo, tujuan pertama kami adalah Museum Manusia Purba Sangiran yang terletak di Sragen. Harga tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp 8.000. Di museum ini, kami belajar banyak tentang manusia purba secara mendetail, yang membuat pengalaman kami semakin berharga. 


    Hotel RedDoorz near Stadion Manahan Solo

    Setelah puas menjelajahi museum, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Solo untuk check-in di penginapan. Sebelumnya, kami telah memesan hotel melalui aplikasi RedDoorz. Kebetulan ada promo menarik yang membuat kami mendapatkan dua kamar dengan total harga Rp 178.000, jadi masing-masing kamar hanya seharga Rp 89.000. Meskipun harganya terjangkau, kualitas penginapan yang kami dapatkan cukup baik, setara bintang dua. Fasilitasnya juga lengkap, termasuk AC, TV, kulkas, dan kamar mandi dalam, serta perlengkapan mandi.


    Wisata Kuliner Malam di Galabo

    Rencana kami untuk menjelajahi kota Solo lebih lanjut di sore hari terpaksa dibatalkan karena hujan deras. Namun, kami memutuskan untuk keluar di malam hari dan mengunjungi Wisata Kuliner Galabo yang kebetulan dekat dengan acara Wisata Kuliner Indonesia yang diadakan oleh Go-Jek. Setelah menikmati berbagai macam makanan, kami kembali ke penginapan untuk beristirahat.

    Kunjungan ke Museum Colomadu dan Keraton Surakarta

    Keesokan harinya, kami check-out dari penginapan pada pukul 11 pagi dan langsung menuju Museum Colomadu yang terletak di Karanganyar, dengan harga tiket masuk sebesar Rp 25.000. Di museum ini, kami belajar tentang sejarah pabrik gula yang pernah berjaya di Solo.
    Perjalanan kami berlanjut ke Keraton Surakarta. Untuk masuk ke keraton, kami membayar tiket seharga Rp 10.000 (belum termasuk pemandu, tetapi kami memutuskan untuk menjelajah sendiri). Di Keraton, kami mendalami sejarah dan silsilah kesultanan Surakarta.
    Tak lupa, kami juga mengunjungi Masjid Agung dan Pasar Klewer yang berlokasi dekat dengan keraton. Setelah berkeliling di pasar, rasa lapar melanda, dan kami berencana untuk membeli serabi di Toko Serabi Notosuman. Sayangnya, ketika kami tiba, serabi sudah habis meskipun baru pukul 3 sore.

    Total Biaya Liburan ke Solo

    Jika dihitung-hitung, total pengeluaran kami untuk liburan ke Solo hanya sekitar Rp 170.000, belum termasuk biaya makan. 
    Gimana? Sangat murah, kan?. 
    Pengalaman ini membuktikan bahwa dengan perencanaan yang tepat, liburan singkat ke Solo dapat dilakukan dengan anggaran yang sangat terjangkau!.
    Continue Reading
    Setelah melalui serangkaian ujian kelas 12 yang padat, akhirnya aku bisa kembali menulis di blog dan berbagi pengalaman seru dengan kalian semua!. Kali ini, aku ingin berbagi tentang pengalaman mengikuti Pelatihan Super Unggul (PSU) yang diadakan Universitas Amikom Yogyakarta dari tanggal 24 April 2018 hingga 28 April 2018. Bagi yang belum tahu, aku mengambil program S1 di jurusan Informatika di Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan PSU adalah salah satu langkah awal yang sangat menarik dalam memulai perjalanan kuliahku.

    Apa itu PSU?

    Pelatihan Super Unggul (PSU), adalah program tahunan dari Universitas AMIKOM Yogyakarta yang wajib diikuti oleh calon mahasiswa selama lima hari. Program ini dirancang untuk membekali kami dengan keterampilan dasar yang berguna, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan sikap mental yang positif. Selain manfaat pengembangan diri, kehadiran dalam PSU juga dihitung sebagai nilai sebesar 2 SKS.

    Rangkaian Kegiatan Pelatihan Super Unggul Selama 5 Hari

    Hari Pertama: Membangun Suasana dan “TAT & PR: Who Am I”
    Di sesi awal, kami semua saling berkenalan dan menciptakan suasana nyaman. Kemudian, setiap peserta diberi tugas untuk menuliskan cerita khayalan atau impian pribadi di buku kegiatan PSU. Tugas akhir hari itu adalah pekerjaan rumah, “Who Am I?” yaitu mengenal diri lebih dalam melalui berbagai pertanyaan reflektif di buku kegiatan PSU.

    Hari Kedua: Presentasi “Who Am I” dan IRS
    Pada hari kedua, kami diminta untuk mempresentasikan PR dari sesi sebelumnya. Beberapa mahasiswa dipilih oleh fasilitator untuk berbagi cerita tentang identitas diri mereka. Setelah itu, sesi IRS (Inventarisasi Reaksi Sosial) membantu kami memahami motif sosial, mengenali karakter diri, dan mencari langkah-langkah untuk memperbaiki sifat-sifat negatif.

    Hari Ketiga: Keswadayaan dan Diskusi Kegemilangan
    Hari ketiga lebih berfokus pada aktivitas kelompok. Kami dibentuk dalam kelompok-kelompok untuk bermain game edukatif yang mendukung saling mengenal dan mengakrabkan diri. Kemudian, ada sesi Diskusi Kegemilangan, di mana kami diminta untuk membuat target pencapaian akademis dengan tujuan akhir lulus dengan hasil terbaik.

    Hari Keempat: Joe & Harry Window dan Mendengar Aktif
    Sesi pertama adalah tentang Joe & Harry Window, yang bertujuan memberikan tips menjadi pribadi yang lebih terbuka di lingkungan sekitar. Pada sesi kedua, kami diajarkan tentang pentingnya Mendengar Aktif, menjadi pendengar yang baik bagi orang-orang di sekitar dan memperkuat kemampuan komunikasi.

    Hari Kelima: Goal Setting, Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan, Ikrar Diri dan Surat Diri
    Di sesi ini, kami belajar tentang cara menentukan tujuan untuk sukses di masa depan serta membuat rencana alternatif jika tujuan utama tidak tercapai. Setiap peserta diminta menuliskan tujuan-tujuan tersebut di buku kegiatan PSU. Terakhir, satu per satu, kami membacakan ikrar dan tujuan masa depan kami.


    Secara keseluruhan, PSU adalah pengalaman yang menyenangkan dan sangat berkesan. Fasilitator yang ramah dan kocak, suasana yang seru, serta kesempatan untuk mengenal teman-teman baru dari berbagai latar belakang menjadikan kegiatan ini sangat berharga. PSU tidak hanya memberikan bekal untuk sukses dalam perkuliahan, tetapi juga membantu membentuk diri agar lebih siap menghadapi masa depan!.
    Continue Reading

    Kali ini, aku ingin berbagi sebuah inspirasi tulisan yang mungkin bisa sangat membantu kalian dalam menyelesaikan tugas Bahasa Jawa. Seperti yang kita tahu, belajar Bahasa Jawa bukan hanya sekadar mempelajari tata bahasa dan kosakata, tetapi juga memahami budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam proses belajar, sering kali kita dihadapkan pada tugas-tugas yang menantang, seperti membuat artikel atau karya tulis lainnya.
     
    Beberapa waktu lalu, aku juga mengalami hal serupa. Di tengah kesibukan menghadapi ujian dan berbagai tugas yang menumpuk, aku mendapatkan tugas untuk membuat artikel dalam Bahasa Jawa. Tantangan ini menjadi kesempatan bagiku untuk menggali lebih dalam tentang budaya dan kehidupan masyarakat sekitar. Menyusun artikel bukan hanya tentang memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga tentang berbagi informasi dan mengungkapkan kreativitas. 

    Untuk itu, aku ingin membagikan contoh artikel yang bisa menjadi referensi untuk kalian semua. Artikel ini tidak hanya akan disajikan dalam Bahasa Jawa, tetapi juga dilengkapi dengan terjemahan dalam Bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami. Semoga contoh ini bisa menginspirasi kalian dan membantu dalam menulis tugas yang sama. Mari kita eksplorasi bersama dan temukan keindahan dalam bahasa yang kita cintai ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

    Versi Bahasa Jawa

    Kerajinan Bambu Tunggak Semi Wonten Malangan
    Dening Kanaya Novivian Tabitha Angel

                Bambu inggih menika tanaman ingkang asring kito panggihi wonten ing Indonesia. Dening kathah daerah kagungan nami benten sanesipun kangge bambu. Umpamanipun Pring wonten ing Boso Jawa lan Bulo wonten boso Sulawesi. Dereng wonten ingkang kasibatipun kanthi mesti saking pundi asal persebaran tanaman ingkang mlebet wonten keluarga suket-suketan meniko. Sanesipun pemekaran wonten Asia Timur, ingkang utami Tiongkok Daratan kaliyan dados panganipun Panda, tanaman bambu inggih saged gesang subur wonten benua Afrika lan Amerika nggangge wujud ingkang saged ngimbangi kahanan lingkungan sanesipun.
    Inggih meniko batang berongga saking bambu ingkang tekstur lentur lan sampun dados bagian saking peradaban Tiongkok saking ewon taun. Gampil sanget,  pados katilaran kerajaan-kerajaan wonten meniko ngangge olahan bambu.
    Sanesipun wonten ing Indonesia kathah saged para pengrajin bambu lan madegipun usaha-usaha kerajinan bambu. Salah sawijinipun usaha kerajinan bambu Tunggak Semi.
    Tunggak Semi “Bambu Handycraft” lokasinipun wonten ing Dusun Wisata Malangan, SumberAgung, Moyudan, Sleman, DIY ingkang lumampah saking tahun 1965. Usaha meniko dirintis kalih tiyang sepuhipun Bapak Suryadi (Pemimpin Tunggak Semi sakmenika). Desa Malangan nggadahi sejarah unik amargi daerah Moyudan lan Minggir saking rumiyin kondhang dadi penghasil kerajinan  bambu arupi besek lan tampah.
    Saking kathahipun pengrajin dening tahun 1965 wonten pengembangan desain saking kerajinan bambu ingkang dilampahi dumateng PT. Lipin. Amargi mboten wonten kecocokan kalih PT. Lipin, tiyang sesepuhipun Bapak Suryadi milih medal lan ngembangke usahanipun kiyambak. Menika ingkang dados lumampah kawiwitan jumenengipun Tunggak Semi. Saking umumipun, usaha menika dikembangke kalih sebates keluarga nanging saking asringipun lumampah , wekdal, usaha menika  berkembang. Wonten tahun 1972, usaha kerajinan bambu menika diwiwiti, salah sawijining PT. Panca Niaga Jakarta lan kawiwitan dieskpor wonten luar negeri. Sakwekdal menika kathah perusahaan Jakarta ingkang kathah mesen produk kerajinan bambu.
    Saking perkembangan usaha lan pemesanan, wonten ing tahun 1987, usaha kerajinan bambu menika diparingi nami “Tunggak Semi”, ingkang artinipun Tunggak inggih menika potongan saking bambu, lan Semi inggih menika tumbuh kembang melih. Ingkang diartekke dados bambu ingkang tunggakipun dipotong bakale tukul meneh. Saking maksud, usaha menko saged terus berkembang.
    Wonteng tahun 1987, usaha menika mulai dipimpin, Bapak Suryadi lan pemasaran produkipun saged merambah pasar local lan ekspor luar negeri. Saking perusahaan-perusahaan saged kerjasama saged kerjasama kalian Tunggak Semi. Sakwekdal menika saking berkembangipun Tunggak Semi, usaha menika kawiwitan nglampahi ekspor produk kiyambak wonten tahun 1994.
    Bahan baku ingkang digunakake Tunggak Semi kangge produkke, kathahipun manfaatke batang bambu apus, bambu caedani lan bambu petung nyesuekake jenis produk ingkang didamel lan kelenturang ingkang dipergunakaken saged awet dangu.

    Terjemahan Bahasa Indonesia

    Kerajinan Bambu Tunggak Semi dari Malangan yang Mendunia
    Karya Kanaya Novivian Tabitha Angel

    Bambu adalah tanaman yang sering kita jumpai di Indonesia. Bahkan banyak daerah yang memiliki nama lain untuk bambu misalnya Pring dalam Bahasa Jawa dan Bulo dalam Bahasa Sulawesi. Belum ada yang menyebutkan secara pasti dari mana asal persebaran tumbuhan yang masuk dalam keluarga rumput-rumputan tersebut. Selain berkembang di Asia Timur terutama Tiongkok Daratan dan menjadi makanan kesukaan Panda, tanaman bambu juga tumbuh subur di benua Afrika dan Amerika dengan bentuk yang telah menyesuaikan kondisi lingkungan masing-masing.
                Bahkan batang berongga dari bambu yang bertekstur lentur itu telah menjadi bagian dari peradaban Tiongkok sejak ribuan tahun silam. Mudah sekali mencari tahu peninggalan kerajaan-kerajaan di sana berupa olahan bambu kelak diadopsi oleh bangsa lain, mulai dari alat menangkap ikan, peralatan makan, sumpit, perlengkapan rumah tangga, topi anyaman bambu, kipas, kotak untu penyimpanan, peralatan music seperti suling, hingga memanfaatkan batang bambu utuh sebagai karya seni ukir yang bernilai tinggi.
    Selain itu, di Indonesia banyak sekali para pengrajin bambu dan berdirinya usaha-usaha kerajinan bambu. Salah satunya usaha kerajinan Bambu Tunggak Semi.
    Tunggak Semi “Bambu Handicraft” berlokasi di Desa Wisata Malangan, SumberAgung, Moyudan, Sleman, DIY yang beroperasi sejak tahun 1965. Usaha ini dirintis oleh orang tua dari Bapak Suryadi (Pemimpin Tunggak Semi saat ini). Desa Malangan memiliki sejarah unik karena daetah Moyudan dan Minggir dari dulu terkenal dengan penghasil kerajinan bamboo berupa besek dan tampah.
    Berawal dari banyaknya pengrajin, maka pada tahun 1965 ada pengembangan desain dari kerajinan bamboo yang dilakukan oleh PT. Lipin. Karena, tidak terjadi kecocokan dengan PT. Lipin, orangtua Bapak Suryadi memilih keluar dan mengembangkan usahanya sendiri. Inilah yang menjadi awal mula berdirinya TUNGGAK SEMI. Pada umumnya, usaha ini dikembangkan oleh sebatas keluarga tapi seiring berjalannya waktu, usaha ini mulai berkembang. Pada tahun 1972, usaha kerajinan bamboo ini mulai melebarkan sayap, salah satu konsumennya adalah PT. Panca Niaga Jakarta dan mulai diekspor ke luar negeri. Mulai saat itu banyak perusahaan dari Jakarta yang banyak memesan produk kerajinan bambu.
    Dengan berkembangnya usaha dan pemesanan, pada tahun 1987, usaha kerajinan bambu ini diberi nama “TUNGGAK SEMI” yang berarti, Tunggak adalah potongan dari bambu, dan Semi adalah tumbuh berkembang kembali, jika diartikan menjadi bambu yang tunggaknya dipotong pasti akan tumbuh kembali. Dengan maksud usaha ini dapat terus berkembang.
    Pada tahun 1987 usaha ini mulai dipimpin oleh Bapak Suryadi dan pemasaran produknya sudah merambah pasar local dan ekspor ke luar negeri melalui perusahaan-perusahaan yang bekerjasama  dengan TUNGGAK SEMI. Seiring semakin berkemabnganya Tunggak Semi, usaha ini mulai melakukan ekspor produk sendiri pada tahun 1994.
    Mengenai bahan baku yang digunakan Tunggak Semi, sebagian besar memanfaatkan batang bambu apus, bambu caendani dan bambu petung menyesuaikan jenis produk yang akan dibuat dan kelenturan yang diperlukan agar tahan lama.
    Continue Reading

    Aku ingin berbagi pengalamanku yang cukup mengecewakan tentang membeli buku bajakan, atau yang sering kita sebut buku KW. Cerita ini bermula dari keinginanku untuk memiliki sebuah novel yang sedang booming, yang bahkan diadaptasi menjadi film. Sebagai penggemar buku, tentu saja aku tak ingin melewatkan kesempatan untuk membaca karya yang tengah menjadi perbincangan hangat.

    Awalnya, aku mencoba mencarinya di beberapa toko buku resmi, mulai dari Gramedia di Jalan Jendral Sudirman hingga Toga Mas. Namun, ketika aku bertanya kepada para karyawan, mereka semua menjawab dengan kalimat yang sama: “Maaf, buku tersebut habis.” Rasanya sangat frustasi mengetahui bahwa buku yang aku inginkan tidak tersedia.

    Karena terdesak oleh keinginan yang kuat, aku pun beralih mencari di toko lain. Di toko buku yang berjejer banyak di sekitar situ, hanya ada satu yang menjual buku yang aku cari. Dengan harapan tinggi, aku bertanya kepada penjual, “Bu, apakah ada sampel untuk buku ini?” Saat itu, aku sudah mencium kejanggalan dari tampilan buku yang terlihat buram. Namun, penjual tersebut menjawab, “Tidak ada, Mbak, itu baru rilis, jadi belum ada sampel.” 

    Setelah mengetahui harga buku tersebut seharga Rp 35.000, aku memutuskan untuk membelinya. Rasa ingin tahuku sudah tak terbendung lagi, meskipun ada sedikit keraguan di dalam hatiku. Begitu aku membayar dan menemukan tempat duduk untuk membuka isi buku itu, rasa harapanku segera sirna. Ketika aku membuka segel buku, ternyata isinya persis seperti buku fotokopian, dengan kualitas yang sangat jauh dari harapanku.

    Kekecewaanku saat itu tidak terlukiskan. Aku merasa sangat menyesal karena telah mengabaikan tanda-tanda yang ada. Namun, aku mencoba untuk tenang dan memetik hikmah dari pengalaman ini. Setidaknya, aku dapat menunggu hingga buku original tersedia di toko buku resmi.

    Pengalaman ini memberi pelajaran berharga, dan aku ingin berbagi agar kalian tidak mengulangi kesalahanku. Sebaiknya, hindarilah membeli barang-barang yang berkualitas rendah, termasuk buku bajakan. Dengan membeli barang-barang asli, kita secara tidak langsung mendukung para penulis dan menghargai karya keras yang mereka hasilkan. Jadi, mari kita budayakan membeli barang asli untuk menjaga industri kreatif tetap hidup dan berkembang. Semoga cerita ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua!

    Continue Reading

    Apa itu Goodreads?

    Goodreads, aplikasi favorit para pecinta buku, telah menjadi teman setia bagi siapa saja yang senang membaca. Selain memudahkan mencari rekomendasi buku, Goodreads menawarkan banyak fitur unik yang membuat pengalaman membaca jadi lebih seru dan informatif. 

    Fitur Goodreads yang Wajib Kamu Ketahui

    Rekomendasi Buku yang Dipersonalisasi
    Goodreads menyediakan fitur rekomendasi yang disesuaikan dengan preferensi bacaanmu. Kamu tinggal mengisi rak buku dengan judul-judul yang sudah pernah dibaca atau memberikan rating, dan Goodreads akan secara otomatis merekomendasikan buku-buku baru yang mungkin kamu sukai.

    Review & Rating dari Pembaca di Seluruh Dunia
    Ingin tahu apakah sebuah buku layak dibaca?. Di Goodreads, kamu bisa menemukan ribuan review dari pembaca di seluruh dunia. Fitur ini membantu kamu mendapatkan gambaran lebih jelas tentang buku, lengkap dengan rating yang bisa dijadikan acuan sebelum membeli atau membacanya.

    Reading Challenge: Tantang Diri untuk Membaca Lebih Banyak
    Setiap awal tahun, Goodreads mengadakan *Reading Challenge* di mana kamu bisa menetapkan target jumlah buku yang ingin dibaca dalam satu tahun. Fitur ini seru banget karena kamu bisa melacak kemajuan, dan bahkan bisa bersaing atau membandingkan dengan teman-teman di Goodreads yang juga ikut tantangan!

    Shelves: Atur Koleksi Buku Sesuai Kategori
    Salah satu fitur favorit pengguna adalah shelves, di mana kamu bisa mengkategorikan buku-buku sesuai dengan tema atau genre yang kamu suka. Fitur ini memudahkan kamu menyusun daftar baca, baik itu buku yang sudah dibaca (read), sedang dibaca (*currently reading*), atau yang ingin dibaca (to-read). Kamu bahkan bisa membuat kategori baru yang sesuai dengan gaya atau selera membaca kamu sendiri.

    Quotes: Kutipan-Kutipan Berkesan
    Goodreads juga memiliki fitur quotes yang memungkinkan kamu menyimpan dan berbagi kutipan favorit dari buku-buku yang kamu baca. Ini adalah cara yang bagus untuk menyimpan kalimat-kalimat berkesan yang ingin kamu ingat atau bagikan ke teman-teman. Kamu bisa mencari kutipan berdasarkan judul buku atau nama penulis, dan pastinya akan menemukan banyak inspirasi.

    Fitur Komunitas: Temukan Teman Seperjalanan Buku
    Goodreads memiliki komunitas besar pecinta buku, yang membuatnya sangat seru untuk berdiskusi. Kamu bisa bergabung di grup-grup yang membahas genre tertentu, penulis favorit, atau topik-topik khusus seperti misteri, sejarah, hingga buku self-help. Fitur ini mempertemukan kamu dengan teman-teman yang memiliki selera baca sama, sehingga menambah keseruan dalam membaca!

    Updates & Tracking Progress: Lacak Perjalanan Membacamu
    Selain melihat update dari teman-temanmu, Goodreads juga menyediakan fitur tracking progress. Kamu bisa mencatat setiap kali kamu selesai membaca beberapa halaman atau bab. Fitur ini tidak hanya memotivasi agar terus membaca, tetapi juga menyenangkan karena kamu bisa melihat sejauh mana perkembanganmu dalam menyelesaikan sebuah buku.


    Goodreads bukan sekadar aplikasi biasa; ia adalah platform yang mempertemukan pembaca dengan berbagai latar belakang, preferensi, dan selera bacaan. Dengan fitur-fitur andalan di atas, Goodreads menjadikan pengalaman membaca jauh lebih kaya dan menarik. Jadi, sudahkah kamu mencoba semua fitur keren ini?. Jika belum, segera unduh dan bergabunglah dengan komunitas pecinta buku di Goodreads!
    Continue Reading

    Kali ini, aku ingin berbagi sebuah inspirasi dari tugas membuat cerkak (cerita cekak atau cerpen dalam Bahasa Indonesia) mata pelajaran Bahasa Jawa di sekolahku untuk kalian semua, khususnya bagi yang sedang mencari ide untuk tugas sekolah bahasa Jawa. Dalam tulisan ini, aku akan menceritakan pengalamanku selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Telkom Indonesia. Pengalaman ini bukan hanya sekadar pelajaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan akademikku. Selain menyajikan versi bahasa Jawa, aku juga akan menambahkan versi bahasa Indonesia sebagai pelengkap agar lebih mudah dipahami.

    Versi Bahasa Jawa (Cerkak)

    Pengalaman PKL ning PT. Telekomunikasi Indonesia
    dening Kanaya Novivian Tabitha Angel

                Jenengku Kanaya Novivian Tabitha Angel, biasa diundang Naya. Aku sekolah ning SMK Negeri 1 Seyegan kelas 11 jurusan Teknik Komputer lan Jaringan. Aku pingin cerito pengalamanku iso PKL ning PT. Telekomunikasi Indonesia lan pengalamanku gek PKL ning PT. Telekomunikasi Indonesia Kandatel Sleman. Iki ceritaku…..
                Sekolahku yaiku Sekolah Menengah Kejuruan, koyo SMK liane, sekolahku mesti nganakke program Praktek Kerjo Lapangan utowo disebut PKL. Mbiyen program PKL sing mesti dianakake sekolahanku dilakoni kelas 12 semester 1. Nanging, mulai tahun 2017 program PKL nang sekolahku dianakke ning kelas 11 semester 2.
                Sakdurunge PKL dilakoni, siswa kelas 11 wajib nggolek nggon PKL miturut jurusanne dewe-dewe. Aku karo kancaku cah 3, yaiku Fina, Ficha, Kamal milih PT. Telekomunikasi Indonesia Kandatel Sleman sing bakal dadi nggon PKL e awakdewe saksuwene wektu 3 sasi. Pingin PKL ning PT. Telkom ora segampang koyo sing dibayangke. Proses e we mbutuhke wektu suwe yaiku 2 sasi. Diawali seko ngejokke surat permintaan PKL ning Telkom Pusat Kota Baru, nunggu informasi, ketemu karo HRD-ne Telkom Kota Baru kanggo permohonan PKL ning Telkom Sleman, nunggu konfirmasi meneh, gek oleh surat penugasan PKL ning Telkom Sleman.
                Aku karo konco-konco di wenehi tugas seko sekolah le PKL seko tanggal 2 Januari 2017-31 Maret 2017. Ning aku karo kanca-kancaku gek nglakoni PKL ning Telkom Sleman tanggal 3 Januari 2017. Pas pisanan PKL aku karo kanca-kancaku ketemu karo manager PT. Telkom Sleman sing jenenge Pak Bagus, piyambake wonge apikan lan ramah tanggapanne. Pak Bagus, ngajak aku karo kanca-kancaku keliling karo njelaske ruangan-ruangan sing ono ning Telkom Sleman ro ngenalke pegawai-pegawaine Telkom Sleman karo aku lan kanca-kancaku.
                Bar aku ro kanca-kancaku keliling, Pak Bagus nerangke gawean sing arep di lakoni aku sak kanca-kancaku saksuwene PKL ning Telkom. Diawali seko survey pelanggan, pasang anyar IndiHome, ngatasi gangguan perangkat IndiHome lan pendataan barang. Pas ngelakoni gawean sing diwenehi Pak Bagus, aku karo kanca-kancaku didampingi karo teknisi-teknisi sing apik-apik lan sabar mbimbing karo ngajari aku sak kanca-kancaku. Nggo survei pelanggan aku karo kanca-kancaku dibimbing karo mas Yudi lan mas Nasrum, nggo pasang anyar IndiHome aku karo kanca-kancaku dibimbing karo mas Momon, mas Agus, mas Yoga, mas Dhanu, sing nggo gawean gangguan IndiHome aku karo kanca-kancaku dibimbing mas Vicky, terus nggo pendataan barang aku karo-koncoku dibimbing karo mas Hafidz.
                Nggon pekerjaan survei pelanggan aku karo kanca-kancaku lakoni yaiku ning omah pelanggan, ngecek opo eneng jaringan sing cedak seko omahe pelanggan, takon karo pelanggan arep langganan paket 2p utawa 3p. Opo kuwi 2p karo 3p? Paket 2p maksudte nggo langganan internet karo telpon wae. Nek 3p maksudte langganan internet, telpon karo UseeTV.
                Kanggo gawean pasang anyar IndiHome aku karo kanca-kancaku diajari ngulur kabel drop core (kabel fiber optic) sing bener, setting ONT (modem), Instalasi STB (UseeTV), karo tanam tiang. Yo, nggo gawean pasang anyar IndiHome iki saktenane ora susah. Ning sing marai gawean pasang anyar IndiHome ngentekke wektu akeh ki mergo jarak omah pelanggan adoh seko kantor. Ora mung kuwi wae, eneng faktor alam utawa cuaca yo sing pengaruh karo wektu pemasangan anyar IndiHome.
                Nggon gawean gangguan perangkat IndiHome, aku karo kanca-kancaku diajari kepiye nyetting modem, nyambung kabel fiber optik lan tembaga sing pedot utawa loss. Mungkin, seko cerito iki lan uraian kegiatanne dandani gangguan perangkat IndiHome ketokke mung gawean gampang. Ning asline gawean kui mau paling rumit mergone pas ning lapangan aku karo kanca-kancaku ora mung nemokke siji masalah wae ning siji nggon pelanggan, ning aku ro kanca-kancaku iso nemokke werno-werno masalah lan iso suwe wektune pengerjaanne koyo gawean pasang anyar IndiHome.
                Sing gawean pendataan barang, biasane dilakoni ning Gudang. Nggon gawean pendataan barang aku ro kanca-kancaku diajari piye carane nginput data ning aplikasi sing jenenge “TAMARA”, njukuk barang seko Telkom Pugeran, ndata barang mlebu lan metu nganggo barcode scan lan dadi lumayan ngerti merek-merek modem.
                PKL ning Telkom Sleman nyenengke kanggo aku karo kanca-kancaku. Ora mung oleh tambahan ilmu anyar sing ora pernah dientukke neng sekolahan. Ning, aku karo kanca-kancaku dadi nduwe keluarga anyar sing wes aku ro kanca-kancaku anggep koyo sedulur dewe.
    Kesimpulan seko ceritaku PKL ning Telkom Sleman, aku karo kanca-kancaku iso duwe pengalaman nyambut gawe sing terprogram apik, karo pengalaman nggo nyambut gawe ning masa depan nek aku karo kanca-kancaku uwis do lulus sekolah. Pokokke PKL ning PT. Telkom Sleman nduwe ilmu karo pengalaman sing berharga banget, kanggo pengembangan diri lan ora iso diukur nganggo nilai opo wae.

    Terjemahan Bahasa Indonesia (Cerpen)

    Pengalaman PKL di PT. Telekomunikasi Indonesia
    karya Kanaya Novivian Tabitha Angel

                Namaku Kanaya Novivian Tabitha Angel atau biasa dipanggil Naya. Aku bersekolah di SMK Negeri 1 Seyegan kelas 11 Teknik Komputer dan Jaringan. Aku ingin menceritakan pengalamanku bisa PKL di Telkom dan pengalamanku saat PKL di PT. Telkom. Ini ceritaku.
                Sekolahku adalah Sekolah Menengah Kejuruan, seperti SMK pada lainnya, sekolahku selalu mengadakan program Praktek Kerja Lapangan atau disebut PKL. Dulu, program PKL yang selalu diadakan sekolahku dilakukan saat kelas 12 semester 1. Tapi, mulai tahun 2017 program PKL di sekolahku diadakan di kelas 11 semester 2.
                Sebelum PKL dilaksanakan, siswa kelas 11 wajib mencari tempat PKL sesuai jurusannya masing-masing. Aku dan ke-3 temanku yaitu Fina, Ficha dan Kamal memilih PT. Telekomunikasi Indonesia Kandatel Sleman sebagai tempat PKL kami selama 3 bulan. Ingin PKL di Telkom pun tidak semudah yang kalian bayangkan. Prosesnya pun memakan waktu yang lama yaitu 2 bulan. Mulai dari mengajukan surat permintaan PKL di Telkom pusat Kota Baru, menunggu konfirmasi, bertemu dengan HRDnya Telkom Kota Baru untuk permohonan PKL di Telkom Sleman, nunggu konfirmasi lagi, dan baru dapet surat penugasan PKL di Telkom Sleman.
                Kami ditugaskan dari sekolah untuk PKL dari tanggal 2 Januari 2017-31 Maret 2017. Tapi, kami baru mulai PKL di Telkom Sleman tanggal 3 Januari 2017. Pada hari pertama PKL kami bertemu dengan manager Telkom Sleman yang bernama Pak Bagus, beliau sangat ramah sekali pada kami. Beliau pun mengajak kami berkeliling untuk menjelaskan ruangan-ruangan yang ada di Telkom dan mengenalkan para pegawai Telkom Sleman pada kami.
                Setelah kami berkeliling, Pak Bagus pun menjelaskan pekerjaan yang akan kami berempat lakukan selama PKL di Telkom. Mulai dari Survey Pelanggan, Pasang Baru IndiHome, Mengatasi gangguan pada IndiHome, dan Pendataan Barang. Saat melaksanakan pekerjaan yang di beri oleh Pak Bagus, kami pun di damping oleh teknisi-teknisi yang baik hati dan sabar membimbing mengajari kami. Untuk survey pelanggan kami di bimbing oleh mas Yudi dan Mas Nasrum, untuk pasang baru IndiHome kami di bimbing oleh mas Momon, Mas Agus, Mas Yoga, Mas Dhanu, untuk pekerjaan gangguan pada IndiHome kami di bimbing oleh mas Vicky dan untuk pendataan barang kami di bimbing oleh mas Hafidz.
                Pada pekerjaan survey pelanggan yang kami lakukan adalah datang kerumah pelanggan, mengecek apakah ada jaringan yang dekat dari rumah pelanggan, bertanya kepada pelanggan akan berlangganan paket 2p atau 3p. Apa itu 2p dan 3p? Paket 2p maksudnya hanya berlangganan internet dan telefon saja, untuk 3p maksudnya berlangganan internet, telefon, dan TV.
                Untuk pekerjaan Pasang Baru IndiHome kami diajarkan mengulur kabel drop core (kabel fiber optic) yang benar dan baik, menyambung kabel fiber optic atau biasa disebut splice, porting kabel, setting ONT(modem), Instalasi STB(Usee TV) dan tanam tiang. Ya,  untuk pekerjaan pasang baru paling banyak tugasnya. Pekerjaan pasang baru ini sebenernya gak susah. Tapi, yang menyebabkan pekerjaan pasang baru memakan waktu lama ialah jarak ke rumah pelanggan yang terkadang jauh. Tidak hanya itu saja, faktor cuaca pun berpengaruh karena dapat memakan waktu lama saat melakukan pasang baru IndiHome.
                Pada pekerjaan gangguan perangkat IndiHome, kami diajarkan bagaimana mensetting modem, menyambung kabel tembaga maupun fiber optic yang putus atau loss. Mungkin, dari cerita dan uraian kegiatan tadi pekerjaan satu ini keliatannya cuma gampang. Tapi, aslinya ini pekerjaan yang menurut kami lumayan rumit karena saat di lapangan kami tidak hanya menemukan satu masalah saja di satu tempat/pelanggan tapi kami bisa menemukan beberapa masalah dan dapat memakan waktu yang lama seperti pekerjaan pasang baru.
                Untuk pekerjaan pendataan barang, biasanya dilakukan di Gudang. Untuk pendataan barang kami diajarkan bagaimana menginput data barang di aplikasi yang bernama TAMARA, ambil barang di Telkom Pugeran, mendata barang masuk dan keluar dengan barcode dan mengetahui segala macam merk modem.
                PKL di Telkom sangat menyenangkan bagi kami. Tidak hanya mendapatkan ilmu baru yang tidak pernah diajarkan di sekolah. Tapi, kami pun mempunyai keluarga baru yang bagi kami sudah dianggap sebagai kakak sendiri maupun orang tua kami sendiri.



    Continue Reading


    Aku ingin berbagi beberapa rekomendasi film bertema traveling yang pastinya bisa menginspirasi dan memicu semangat petualang dalam dirimu. Film-film ini tidak hanya menampilkan keindahan alam dan budaya dari berbagai belahan dunia, tetapi juga menyajikan cerita-cerita menarik yang bisa membuat kita merenungkan makna dari perjalanan itu sendiri.

    Setiap film memiliki cara unik dalam menggambarkan pengalaman perjalanan, mulai dari petualangan yang mendebarkan hingga momen-momen reflektif yang menyentuh hati. Dengan menonton film-film ini, kita bisa merasakan bagaimana rasanya menjelajahi tempat-tempat baru, bertemu dengan orang-orang berbeda, dan menjalani pengalaman yang mungkin belum pernah kita coba sebelumnya.

    Tanpa berlama-lama lagi, yuk, kita simak daftar rekomendasi film bertema traveling yang bisa membuatmu terinspirasi untuk merencanakan petualanganmu berikutnya!

    Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea


    Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea adalah sebuah film yang diadaptasi dari novel karya Asma Nadia. Film ini menceritakan kisah seorang gadis berusia 24 tahun bernama Rania, yang merupakan seorang penulis sekaligus penggemar traveling. Rania dijuluki "jilbab traveler" oleh para pembacanya karena gaya hidupnya yang penuh petualangan dan kebebasan. Film ini mengungkapkan perjalanan Rania yang tidak hanya menjelajahi keindahan alam, tetapi juga menyingkap kisah cinta yang mengharukan. Di tengah petualangannya, Rania merenungkan pertanyaan yang mendalam: di manakah Allah menyiapkan titik henti bagi perjalanannya? Kisah ini mengajak kita untuk meresapi makna perjalanan dan cinta dalam hidup.

    99 Cahaya di Langit Eropa Part 1


    99 Cahaya di Langit Eropa Part 1 mengisahkan pengalaman seorang jurnalis asal Indonesia yang menemani suaminya berkuliah di Vienna, Austria. Film ini menggambarkan bagaimana mereka, sebagai pasangan Muslim, beradaptasi dengan kehidupan di Eropa. Selama perjalanan mereka, mereka bertemu dengan berbagai sahabat yang memberi warna pada kehidupan mereka. Film ini juga menuntun penonton untuk menjelajahi jejak-jejak sejarah agama Islam di benua Eropa, yang dibawa oleh bangsa Turki pada era Merzifonlu Kara Mustafa Pasha dari Kesultanan Utsmaniyah. Pengalaman ini mengajak kita untuk memahami bagaimana Islam telah menjadi bagian penting dari sejarah Eropa. 

    99 Cahaya di Langit Eropa Part 2


    99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 merupakan kelanjutan dari film sebelumnya. Selain mengungkapkan rahasia sejarah perkembangan Islam di belahan Eropa lainnya, khususnya di Cordoba, Istanbul, dan Turki, film ini menjawab beberapa pertanyaan yang menjadi pelengkap akhir cerita. Dalam bagian ini, penonton disuguhkan dengan kisah persahabatan antara Khan dan Stefan, yang sebelumnya sering berseteru. Film ini juga menghadirkan pertemuan kembali Hanum dengan Fatma Pasha di Turki, yang sebelumnya menghilang tanpa berita, serta menampilkan akhir yang manis dari perjalanan pendidikan Rangga dengan kehadiran Maarja dalam kehidupan mereka di Eropa.

    Wild


    Wild menceritakan perjalanan seorang wanita bernama Cheryl Strayed yang melakukan solo traveling dengan mendaki jalur Pacific Crest sejauh 110 mil. Ia melakukan perjalanan ini sebagai upaya untuk memulihkan kehidupannya yang hancur akibat kehilangan ibunya dan perceraian yang dialaminya. Film ini menggambarkan perjuangan Cheryl dalam menghadapi rasa sakit dan ketidakpastian, serta pencarian jati dirinya di tengah alam yang liar.

    Into The Wild


    Into The Wild diadaptasi dari kisah nyata seorang pria bernama Christopher McCandless, yang memutuskan untuk meninggalkan semua yang dimilikinya, termasuk uang dan keluarganya, untuk menjalani kehidupan di alam liar Alaska. Film ini menyajikan perjalanan Christopher yang penuh tantangan dan penemuan diri, serta pertanyaan tentang makna kebebasan dan kebahagiaan sejati. Apakah kamu penasaran dengan keseruan filmnya? Selamat menonton, guys!

    Bulan Terbelah di Langit Amerika Part 1


    Bulan Terbelah di Langit Amerika Part 1 merupakan kelanjutan dari petualangan di film 99 Cahaya di Langit Eropa. Film ini mengisahkan tentang Hanum dan suaminya, Rangga, yang melanjutkan petualangan mereka hingga ke Amerika Serikat. Di sini, mereka berusaha mengungkap sebuah kebenaran tentang sebuah keluarga kecil yang difitnah sebagai teroris. Apakah mereka benar-benar teroris atau tidak? Silakan saksikan sendiri keseruan film ini untuk menemukan jawabannya.

    Bulan Terbelah di Langit Amerika Part 2


    Saat Hanum dan Rangga berencana untuk kembali ke Wina karena tugas mereka telah selesai, bos Hanum justru memberikan mereka misi baru yang harus dipecahkan. Misi tersebut berkaitan dengan perjalanan Cheng Ho yang menemukan Benua Amerika sebelum Columbus. Penasaran dengan bagaimana kisah ini berlanjut dan berakhir?. Selamat menonton!.


    Mungkin ada tambahan rekomendasi film dari kalian, silakan tinggalkan komentar di bawah ya!



    Sumber Foto: Google
    Continue Reading

    Selamat datang di blogku!
    Kali ini, aku ingin berbagi pengalaman menarik mengenai Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang aku jalani di PT. Telkom Indonesia. Selain itu, aku juga akan memberikan beberapa tips yang bisa bermanfaat bagi kalian yang akan menjalani PKL. Yuk, simak cerita dan tips-tipsnya!

    Pengalaman PKL di Telkom

    Aku memulai Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Telkom Indonesia Kandatel Sleman pada tanggal 3 Januari 2017 dan rencananya akan berakhir pada 31 Maret 2017. Jujur saja, sebelum memulai PKL, aku merasa sangat takut. Aku sadar bahwa bekal ilmu yang aku miliki masih terbilang sedikit, dan aku khawatir tidak bisa melakukan banyak hal selama PKL. Namun, mau tidak mau, aku harus tetap menjalani PKL meskipun dengan pengetahuan yang masih minim.

    Setelah menjalani PKL selama satu minggu, ternyata pengalaman yang aku hadapi tidak seburuk yang aku bayangkan. Meskipun pada hari pertama, aku dan sahabatku, Fina, hanya bekerja di dalam ruangan yang bernama MDF, dan kami merasa sangat bosan. Di ruang MDF tersebut, kami dikelilingi oleh kabel-kabel telepon tembaga yang tampaknya tidak ada habisnya.

    Isinya ruang MDF... Kabel semua.
    Ya, ini kabel telefon yang tembaga.
    Awalnya, di ruang MDF, kami dijelaskan oleh Pak Lukman, yang menurutku adalah master dalam jaringan telepon tembaga. Beliau menjelaskan berbagai hal tentang troubleshooting telepon dan jaringan tembaga. Meskipun penjelasan tersebut sangat berguna, kami merasa kurang terlibat karena tidak ada praktik langsung. Kami pun merasa bosan dan memutuskan untuk bekerja di lapangan, seperti teman-teman kami yang lain.

    Di PT. Telkom, aku tidak hanya berPKL dengan Fina, tetapi juga dengan dua teman lainnya, yaitu Ficha dan Kamal. Saat praktik di lapangan, kami sering menghadapi berbagai kesulitan. Namun, semua itu bisa diatasi berkat bantuan kakak-kakak teknisi di Telkom yang sangat baik, ramah, dan sabar dalam mengajarkan kami. Selama di lapangan, kami sering dibimbing oleh Kak Agus dan Kak Ryan (yang biasanya kami panggil Kak Momon), serta Kak Nasrum, Kak Yudhi, Kak Dhanu, Kak Yoga, dan Kak Vicky untuk tim gangguan.

    Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat diajari cara menyambung kabel fiber optic oleh Kak Agus. Sejak mulai PKL, pengetahuanku dan teman-teman semakin bertambah. Kami belajar cara menyambung kabel fiber optic, mengatasi troubleshooting telepon dan internet, serta mengenal berbagai alat yang digunakan untuk menyambung fiber optic.
    Diajarin cara splicing (nyambung kabel fiber optic) sama kak Agus
    Salah satu alat yang sangat berguna adalah OPM (Optical Power Meter), yang berfungsi untuk menentukan redaman total saluran atau total loss. Pengalaman ini sangat berarti bagiku, dan aku bersyukur bisa belajar banyak selama PKL di PT. Telkom Indonesia.

    OPM (Optical Power Meter)

    Tips Menghadapi Praktik Kerja Lapangan versi Naya

    • Jangan Pernah Pesimis: Jangan biarkan rasa takut menghalangimu. Setiap orang pasti memiliki kesempatan untuk belajar, termasuk kamu.
    • Pilih Tempat PKL yang Terkenal: Pastikan tempat PKL yang kamu pilih memiliki reputasi baik dan aktif dalam menjalankan bisnis. Misalnya, jika kamu memilih toko komputer, pastikan toko tersebut memiliki banyak pelanggan.
    • Jangan Takut Bertanya: Jika kamu mengalami kesulitan, jangan ragu untuk bertanya. Orang-orang di sekitarmu pasti akan senang membantu.
    • Jujur dan Disiplin: Kejujuran dan disiplin sangat penting dalam menjalani PKL. Tunjukkan sikap yang baik dan profesional.
    • Lakukan Tugas dengan Baik: Berikan yang terbaik dalam setiap tugas yang kamu terima. Pengalaman ini akan membantumu di masa depan.

    Demikianlah pengalamanku selama Praktek Kerja Lapangan di PT. Telkom Indonesia. Semoga cerita ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi kalian yang akan menjalani PKL. Jangan lupa untuk tetap semangat dan terus belajar, ya! Jika ada pertanyaan atau pengalaman lain yang ingin kalian bagikan, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih telah membaca!

    Continue Reading

    Untuk kalian yang sedang bingung mencari contoh teks storytelling tentang pahlawan Indonesia, kalian berada di tempat yang tepat! Kali ini, aku akan berbagi inspirasi mengenai salah satu pahlawan wanita yang sangat menginspirasi, yaitu R.A. Kartini. Beliau adalah simbol perjuangan untuk emansipasi wanita dan pendidikan di Indonesia.

    Oh iya, teks yang akan aku bagikan ini adalah karya dari kakak pembimbingku dalam lomba storytelling, yaitu Kak Gani Dwi Sasongko. Terima kasih banyak, Kak! Karyamu benar-benar luar biasa dan sangat menginspirasi! Mari kita telusuri bersama kisah perjuangan R.A. Kartini yang penuh makna dan dapat memberikan semangat bagi kita semua!

    Versi Bahasa Inggris

    Raden Ajeng Kartini

    Assalamu’alakum Wr. Wb.
    Good morning everyone….
    Here, I would like to introduce myself. My name is Kanaya Novivian Tabitha Angel. You can call me Naya. I’m 16 years old. I’m from SMK Negeri 1 Seyegan.

    Today I'am going to deliver about the story of Raden Ajeng Kartini

    Raden Ajeng Kartini she is also commonly known as R.A Kartini. She is known as one of the national hero determined to fight for the emancipation of women.

    So ladies and gentleman ....
    Here is the story of R.A. Kartini
              Once upon a time, in the city of Jepara, there was born a beautiful baby from javanese royal family. Her name is Kartini who has a long name Raden Adjeng Kartini , she is the daughter of a duke who later became regent of Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. The mother of Kartini is Ngasirah, the first wife of Sosroningrat who worked as a teacher in a school at Telukawur, Jepara.

    Kartini's Father: “My wife, look at our child, she is so beautiful, she is like you."
    Kartini's Mother: "Yes she is so charming, may God makes her loyal to their family and useful for a lot of people.”
    Kartini's Father: "Definitely my wife, she would be useful for many people"

              Little Kartini grew into a cheerful girl, she played with other like she grew up in royal family. When he was 12 years old, she was prohibited from continuing his studies in Europese Lagere School (ELS) where she also learned Dutch. The prohibition to pursue the ideals of her schooling comes from her closest person, her father, because at the time she was a girl who was 12 years old and she must undergo seclusion/ “dipingit”.

    Kartini: “May I apologize my father for disturbing you, I want to ask something for you.”
    Kartini's Father: "it's okay my dear, what do you want to ask?.”
    Kartini: “Sorry my father, would you tell me why you won’ let me go to school.”
    Kartini's Father: “My Dear, you are now 12 years old, and it's about time you do seclusion, this is already customary,    you must follow the rule.”
    Kartini: “I’m sorry father, but I still want to go to school, I would have missed them, my teachers, I still want to learn, and I still want to play with my sisters, Roekmini and Kardinah.”
    Kartini's Father: “You have to follow the rule! Do you dare to oppose our custom!”

              Because there was no power on her  against the wishes of his father, young Kartini resorted to do the seclusion. However, young kartini still wanted to seek a knowledge, explore their curiosity, and still want to be useful for many people.

              During the seclusion she wrote letters to her dutch friends to gain the knowledge of Europe concerning rights as human beings especially women.

    Kartini: “I have to fix my life, even though I do not currently have the right to argue, at least other women do not suffer like me. Yes and I should start it with writing.”
    Kartini: “it seems to be interesting when I started to write a letter to my friend Rosa Abendanon to share her knowledge to me.”

              Since that time the relationship between Rosa and kartini worked continuously , Rosa Abendanon also often sent books and newspapers from Europe to young Kartini so her thinking becomes more advanced. In the European newspaper told that women have the same position to achieve their rights while in Indonesia, women are at a very low social stratum.

    Kartini: “Rosa you are are a such best friend, well, it seems not quite enough if I just learn from Rosa, I had to share this with other women, they should have the this.”

              After doing the seclusion, she marriage with a regent of Rembang named Duke Ario Singgih Djojo Adhiningrat over the choice of her parents. At the time Kartini status as the second wife of the regent of Rembang. However her husband strongly support his ideals and even allow Kartini builtd a women school.

    Kartini: “My husband, sorry if I’m disturbing you, if I may ask as the duke's wife, do you allow me to built a school for a woman.”
    Duke Ario Singgih Djojo Adhiningrat: “Kartini, if that is your wish, I will.”
    Kartini: “Thank you my Duke.”

              During her marriage, Kartini blessed with one son named Soesalit Djojoadhiningrat. Kartini passed away on her 25 years old, her last four days after giving birth.

              The Kartini’s struggle did not stop even after his death. The struggle continued by his friend Rosa Abendanon who posted the both letters into a book. The book was entitled “Door Duisternis tot Licht” which means "From the Darkness Into the Light".

              In 1964, President Ir. Soekarno declarated Kartini birth date, on 21 April as “Kartini’s Day” an Indonesian national day.

              Afterwards, Kartini recognized not only a hero determined to fight emancipation of women, but also a nationalist figure with new ideas who struggled for independence.

              As a woman, Kartini is alredy known as a famous women hero and an important for Indonesia. Let us be the next Kartini!.

    Okay, I think that’s all, thanks for your attention.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


    Terjemahan Bahasa Indonesia


    Raden Ajeng Kartini

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Selamat pagi semuanya. 

    Perkenalkan, nama saya Kanaya Novivian Tabitha Angel. Kalian bisa memanggil saya Naya. Saya berusia 16 tahun dan berasal dari SMK Negeri 1 Seyegan.

    Hari ini saya akan menyampaikan kisah tentang Raden Ajeng Kartini.

    Raden Ajeng Kartini, yang juga dikenal sebagai R.A. Kartini, merupakan salah satu pahlawan nasional yang bertekad untuk memperjuangkan emansipasi wanita.

    Baiklah, hadirin sekalian, berikut adalah kisah R.A. Kartini.

    Sekali waktu, di kota Jepara, lahirlah seorang bayi cantik dari keluarga kerajaan Jawa. Namanya adalah Kartini, yang memiliki nama panjang Raden Adjeng Kartini. Dia adalah putri dari seorang adipati yang kemudian menjadi bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ibu Kartini adalah Ngasirah, istri pertama Sosroningrat yang bekerja sebagai guru di sebuah sekolah di Telukawur, Jepara.

    Ayah Kartini: “Istriku, lihatlah anak kita, dia begitu cantik, dia mirip denganmu.”
    Ibu Kartini: "Ya, dia sangat menawan, semoga Tuhan menjadikannya setia kepada keluarga dan berguna bagi banyak orang."
    Ayah Kartini: "Pasti, istriku, dia akan berguna bagi banyak orang."

    Kartini kecil tumbuh menjadi gadis ceria dan bermain dengan anak-anak lain, seolah dia tumbuh di dalam keluarga kerajaan. Ketika berusia 12 tahun, dia dilarang melanjutkan studi di Europese Lagere School (ELS), di mana dia juga belajar bahasa Belanda. Larangan untuk mengejar cita-cita pendidikannya datang dari orang terdekatnya, yaitu ayahnya, karena pada saat itu dia adalah seorang gadis berusia 12 tahun dan harus menjalani pemisahan diri atau “dipingit”.

    Kartini: “Maafkan saya, ayah, jika saya mengganggu, saya ingin bertanya sesuatu.”
    Ayah Kartini: "Tidak apa-apa, sayang, apa yang ingin kamu tanyakan?"
    Kartini: “Maaf, ayah, bisakah kamu memberi tahu saya mengapa kamu tidak membolehkan saya pergi ke sekolah?”
    Ayah Kartini: “Sayang, kamu sekarang sudah 12 tahun, dan saatnya kamu menjalani pemisahan diri, ini sudah menjadi kebiasaan, kamu harus mengikuti aturan ini.”
    Kartini: “Maaf, ayah, tapi saya tetap ingin pergi ke sekolah. Saya akan merindukan mereka, para guru saya, saya masih ingin belajar, dan saya masih ingin bermain dengan saudara-saudara saya, Roekmini dan Kardinah.”
    Ayah Kartini: “Kamu harus mengikuti aturan! Apakah kamu berani menentang adat kita!”

    Karena tidak ada kekuatan untuk melawan keinginan ayahnya, Kartini muda terpaksa menjalani pemisahan diri. Namun, Kartini tetap ingin mencari ilmu, mengeksplorasi rasa ingin tahunya, dan tetap ingin berguna bagi banyak orang.

    Selama pemisahan diri, dia menulis surat kepada teman-teman Belandanya untuk mendapatkan pengetahuan tentang Eropa mengenai hak sebagai manusia, terutama wanita.

    Kartini: “Saya harus memperbaiki hidup saya, meskipun saat ini saya tidak memiliki hak untuk berargumen, setidaknya wanita lain tidak menderita seperti saya. Ya, dan saya harus memulainya dengan menulis.”
    Kartini: “Sepertinya menarik ketika saya mulai menulis surat kepada teman saya, Rosa Abendanon, untuk berbagi pengetahuan dengannya.”

    Sejak saat itu, hubungan antara Rosa dan Kartini terus berlanjut. Rosa Abendanon juga sering mengirimkan buku dan koran dari Eropa kepada Kartini muda agar pemikirannya semakin maju. Di surat kabar Eropa diberitakan bahwa wanita memiliki posisi yang sama untuk mencapai hak-hak mereka, sementara di Indonesia, wanita berada pada strata sosial yang sangat rendah.

    Kartini: “Rosa, kamu adalah teman terbaik, sepertinya tidak cukup jika saya hanya belajar dari Rosa, saya harus berbagi ini dengan wanita lain, mereka seharusnya memiliki ini.”

    Setelah menjalani pemisahan diri, dia menikah dengan bupati Rembang bernama Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat atas pilihan orang tuanya. Pada saat itu, status Kartini adalah istri kedua dari bupati Rembang. Namun, suaminya sangat mendukung cita-citanya dan bahkan mengizinkan Kartini mendirikan sekolah untuk wanita.

    Kartini: “Suamiku, maaf jika saya mengganggu, jika saya boleh bertanya sebagai istri bupati, apakah kamu mengizinkan saya untuk mendirikan sekolah bagi wanita?”
    Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat: “Kartini, jika itu keinginanmu, saya akan mengizinkannya.”
    Kartini: “Terima kasih, Suamiku.”

    Selama pernikahannya, Kartini dianugerahi seorang putra bernama Soesalit Djojoadhiningrat. Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun, empat hari setelah melahirkan.

    Perjuangan Kartini tidak berhenti bahkan setelah kematiannya. Perjuangan tersebut dilanjutkan oleh temannya, Rosa Abendanon, yang menerbitkan kedua surat tersebut menjadi sebuah buku. Buku tersebut berjudul “Door Duisternis tot Licht” yang berarti "Dari Kegelapan Menuju Cahaya".

    Pada tahun 1964, Presiden Ir. Soekarno mendeklarasikan tanggal lahir Kartini, 21 April, sebagai "Hari Kartini," sebuah hari nasional Indonesia.

    Setelah itu, Kartini diakui tidak hanya sebagai pahlawan yang berjuang untuk emansipasi wanita, tetapi juga sebagai tokoh nasionalis dengan ide-ide baru yang berjuang untuk kemerdekaan.

    Sebagai seorang wanita, Kartini sudah dikenal sebagai pahlawan wanita yang terkenal dan penting bagi Indonesia. Mari kita menjadi Kartini berikutnya!

    Oke, saya rasa itu saja, terima kasih atas perhatian kalian.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me

    Photo Profile
    Hello! Call me Naya
    A network engineer | Cisco CCNA and Mikrotik MTCNA certified | Ailurophile | Museumgoer | Bookworm | Backpacker

    Follow Me

    • Instagram
    • LinkedIn
    • Youtube
    • Pinterest
    • Spotify
    • Goodreads

    Archive

    Labels

    Book Cats English Film Hobby Language Story Task Tech Tips Travel

    Popular Posts

    • Inspirasi Teks Story Telling Bahasa Inggris Tema Pahlawan: Raden Adjeng Kartini
    • Inspirasi Tugas Cerpen atau Cerkak Bahasa Jawa: Pengalaman PKL di PT. Telekomunikasi Indonesia
    • Inspirasi Tugas Artikel Bahasa Jawa: Kerajinan Bambu Tunggak Semi Dari Malangan Yang Mendunia
    • Panduan Lengkap Penggunaan Sintaks untuk Pencarian Spesifik di Google

    Total Pageviews

    Instagram LinkedIn Spotify Pinterest

    © 2024 Girl in Space by Kanaya Naya is created with by

    Back to top